" /> Secara Bahasa Akikah Berarti....| 0811-922-793 Beringin Aqiqah |

Secara Bahasa Akikah Berarti….| 0811-922-793 Beringin Aqiqah

Lyanan Aqiqah Medan

secara bahasa akikah berarti

Apa kata Pelanggan

Puas dengan pelayanan dari beringin aqiqah

Jayantirida lestari/Tembung
Alhamdulillaah puas dengan Pelayanan dari Beringin Aqiqah

aqiqah pakam siap saji mentah

Wahyu Astrida/Lubuk Pakam
Masakannya enak dan recomended.

aqiqah marelan

Bukhari Muslim/ Medan Marelan
Alhamdulillaah masakannya enak ga terasa bau kambingnya

Aqiqah Mentah siap saji

Felani/Perbaungan
Alhamdulillah banyak yang suka nasi kotaknya ,Komentarnya pada enak semua, dagingnya juga lembut sekali

aqiqah binjai

Artriasa Wirawan/km 12 Sunggal
Masakannya enak dan tidak mengecewakan. rasanya pas, semua pada suka

Puas dengan pelayanan dari beringin aqiqah

Jayantirida lestari/Tembung

Alhamdulillaah puas dengan Pelayanan dari Beringin Aqiqah

aqiqah pakam siap saji mentah

Wahyu Astrida/Lubuk Pakam

Masakannya enak dan recomended.

aqiqah marelan

Bukhari Muslim/ Medan Marelan
Alhamdulillaah masakannya enak ga terasa bau kambingnya

 

Aqiqah Mentah siap saji

Felani/Perbaungan
Alhamdulillah banyak yang suka nasi kotaknya ,Komentarnya pada enak semua, dagingnya juga lembut sekali

aqiqah binjai

Artriasa Wirawan/km 12 Sunggal
Masakannya enak dan tidak mengecewakan. rasanya pas, semua pada suka

Secara bahasa akikah berarti

Pengertian  Aqiqah secara bahasa

Secara Bahasa Akikah berarti memutus dan melubangi. Dalam pengertian secara umum, Akikah adalah aktivitas ibadah menyembelih hewan berupa kambing sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak.

Hukum atas ibadah ini berbeda berdasarkan pendapat ulama. Ada yang mengatakan bahwa ibadah aqiqah hukumnya wajib, ada yang mengatakan sunnah mu’akad dan adapula yang mengatakan sunnah.

Dari semua pendapat yang ada, yang paling shahih adalah pendapat yang mengatakan bahwa hukum aqiqah adalah sunnah mu’akad. Artinya ini adalah ibadah yang memang dianjurkan untuk dilaksanakan.

tag :Secara Bahasa akikah berarti

Pengertian Aqiqah

Ubaid Ashmu’i dan Zamakhsyari mengungkapkan bahwa menurut bahasa, aqiqah artinya rambut yang tumbuh di atas kepala bayi sejak lahir. sementara, menurut Al-Khathabi, aqiqah ialah nama kambing yang disembelih untuk kepentingan bayi. Dinamakan demikian karena kambing itu dipotong dan dibelah-belah. Ibnu faris juga menyatakan bahwa aqiqah adalah kambing yang disembelih dan rambut bayi yang dicukur.

Adapun dalil yang menyatakan bahwa kambing yang disembelih itu dinamakan aqiqah, antara lain adalah hadits yang dikeluarkan Al-Bazzar dari Atta’, dari Ibnu Abbas secara marfu’ : “Bagi seorang anak laki-laki dua ekor aqiqah dan anak perempuan seekor”. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan aqiqah adalah serangkaian ajaran Nabi Saw untuk anak yang baru lahir yang terdiri atas mencukur rambut bayi, memberi nama dan menyembelih hewan.

(Layanan Aqiqah Medan Beringin Aqiqah, hukum aqiqah untuk aqiqah anak terdiri dari harga kambing aqiqah dan paket aqiqah. Aqiqah Medan sesuai syari dan memenuhi syarat kambing aqiqah. Pengertian akikah dapat secara sah sesuai  hukum aqiqah dalam islam. Beringin Aqiqah melayani jasa aqiqah murah di Medan. Aqiqah Medan menyediakan kambing aqiqah,Sate, kare gule dan aneka menu lainnya dilengkapi dengan kartu ucapan aqiqah.) Harga Kambing Medan termurah, aqiqah medan terbaik gratis antar untuk pemesanan aqiqah wilayah lubuk pakam, tamora/tanjung morawa , perbaungan, galang tembung, binjai aqiqah singapura singapore malaysia

Aqiqah Untuk Orang Dewasa

Bagaimana hukumnya seseorang yang sudah besar tapi belum pernah diaqiqahkan oleh orang tuanya. Apakah dia masih harus aqiqah walau orang tuanya sudah meninggal ? Lalu bolehkan melaksanaan aqiqah sendiri?

Dalam permasalahan ini, ulama terbagi kepada dua pendapat :
Pertama :
Disunahkan bagi mereka yang belum sempat diaqiqahkan oleh orang tuanya, untuk melaksanakan aqiqah sendiri. Sebagaimana pendapat Atho’ , Hasan, Muhammad bin Sirin, dan sebagian kalangan Syafi’i. Mereka menjadikan hadits yang menjelaskan bahwa nabi saw pernah melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri sebagimana termaktub dalam kitab I’anathutholibin (Syarah dan kitab Fathul Mu’in Jus 2 Halaman 336) Bahawa Rasulullah Muhammad SAW melaksanakan Aqiqah untuk dirinnya sendiri sesudah beliau diangkat menjadi nabi (usia 40 tahun)

Kedua :
Tidak diwajibkan pada seorang anak yang belum sempat diaqiqahkan oleh orang tuanya untuk melakukan aqiqah sendiri. Karena aqiqah pada asalnya disyariatkan kepada orang tua atau wali yang memeliharanya. Maka tidak ada perintah untuk melakukannya sendiri. Pendapat ini yang dijadikan landasan kalangan Syafi’i dan Ahmad bin Hambal.

Setelah jelas dua pendapat diatas, dan lemahnya dalil yang dijadikan landasan pendapat pertama. Terdapat beberapa keterangan dari para ulama terdahulu yang menjelaskan bahwa mereka melakukan aqiqah secara sendiri. Seperti keterangan yang didapatkan dari Imam Hasan al Bashri : “ jika belum sempat diaqiqahkan, maka lakukanlah aqiqah sendiri bagi anak laki – laki “. Sebagaimana ungkapan Muhammad bin Sirin : “ aku melakukan aqiqahqu sendiri dengan seekor kambing “.

Dari keterangan berikut dapat disimpulkan bahwa ulama tidak melarang untuk melakukannya secara sendiri. Maka bagi yang belum sempat diaqiqahkan oleh kedua orangtuanya, tidak mengapa jika ingin melakukannya sendiri. Sebagaimana tidak ada larangan untuk tidak melaksanakannya.

(Aqiqah Medan Beringin Aqiqah, hukum aqiqah untuk aqiqah anak terdiri dari harga kambing aqiqah dan paket aqiqah. Aqiqah Medan sesuai syari dan memenuhi syarat kambing aqiqah. Pengertian akikah dapat secara sah sesuai  hukum aqiqah dalam islam. Beringin Aqiqah melayani jasa aqiqah murah di Medan. Aqiqah Medan menyediakan kambing aqiqah,Sate, kare gule dan aneka menu lainnya dilengkapi dengan kartu ucapan aqiqah.) Harga Kambing Medan termurah, aqiqah medan terbaik gratis antar untuk pemesanan aqiqah wilayah lubuk pakam, tamora/tanjung morawa , perbaungan, galang tembung, binjai aqiqah singapura singapore malaysia

Hukum Aqiqah

Sebagimana ungkapan Abdullah Nashih Ulwan dalam kitab Tarbiyatul Aulad fi Al-Islam, pendapat para fuqoha tentang hukum aqiqah terbagi menjadi tiga.

Pertama adalah pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu sunnah yang merupakan pendapat dari Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad dan Abu Tsaur.

Kedua, pendapat yang menyatakan bahwa aqiqah itu adalah Wajib. ini merupakan pendapat dari Imam Hasan Al – Bashri, Al-Laits Ibnu Sa’ad dan yang lainnya. Dasar pendapat mereka adalah hadist yang diriwayatkan Muraidah dan Ishaq Bin Ruhawiah yang artinya : “Sesungguhnya manusia itu pada hari kiamat akan dimintakan pertanggungjawabannya atas Aqiqahnya seperti halnya pertanggungjawaban atas lima waktunnya”

Ketiga, pendapat yang menolak disyariatkannya Aqiqah, Ini adalah pendapat ahli fiqih Hanafiah. Mereka berdasarkan pada hadist Abu Rafi, Bahwa Rasulullah pernah berkata kepada Fatimah, “Jangan engkau mengaqiqahinya tetapi cukurlah rambunya”. Namun, dari mayoritas pada fuqoha berpendapat bahwa konteks hadist tersebut justru menguatkan disunnahkan dan dianjurkannya aqiqah, sebab Rasullulah sendiri telah mengaqiqahi Hasan dan Husein. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa mengaqiqahi anak itu sunnah dan diajurkan.

(Aqiqah Medan Beringin Aqiqah, hukum aqiqah untuk aqiqah anak terdiri dari harga kambing aqiqah dan paket aqiqah. Aqiqah Medan sesuai syari dan memenuhi syarat kambing aqiqah. Pengertian akikah dapat secara sah sesuai  hukum aqiqah dalam islam. Beringin Aqiqah melayani jasa aqiqah murah di Medan. Aqiqah Medan menyediakan kambing aqiqah,Sate, kare gule dan aneka menu lainnya dilengkapi dengan kartu ucapan aqiqah.) Harga Kambing Medan termurah, aqiqah medan terbaik gratis antar untuk pemesanan aqiqah wilayah lubuk pakam, tamora/tanjung morawa , perbaungan, galang tembung, binjai aqiqah singapura singapore malaysia

Bolehkah Aqiqah Dengan Hewan Betina?

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa ketika anak baru lahir dianjurkan segera di aqiqahi dengan menyembelih kambing dan menggunduli rambut bayi. Untuk anak laki-laki disembelihkan dua ekor kambing dan untuk anak perempuan disembelihkan seekor kambing.

Berikut ini sabda Rasulullah SAW mengenai ketentuan hewan atau kambing aqiqah :

عن الغلام شاتان متكأ فئتان . و عن الجارية شاة

”Untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang mirip, dan untuk anak perempuan satu ekor. Dan dibolehkan satu ekor domba untuk anak laki-laki”.

Hadits lain menerangkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

عن الغلام شاتان وعن الجارية شاة لايضركم أذكرانا كن أم إناثا

“Untuk anak laki-laki dua kambing, dan untuk anak perempuan satu kambing, oleh karena itu tidak memudharati kalian apakah kambing-kambing tersebut jantan atau betina.” (HR. Ashhabus Sunan, dan dishahihkan Syeikh Al-Albany).

Hukum kambing Aqiqah jantan ataupun kambing aqiqah betina tidak ditemukan dasar hukumnya, namun Rasulullah hanya menunjukkan bahwa hewan yang disembelih untuk aqiqah berupa kambing dan domba serta ketentuan jumlah hewan aqiqah bagi masing-masing jenis kelamin.

(Layanan Aqiqah Medan Beringin Aqiqah, hukum aqiqah untuk aqiqah anak terdiri dari harga kambing aqiqah dan paket aqiqah. Aqiqah Medan sesuai syari dan memenuhi syarat kambing aqiqah. Pengertian akikah dapat secara sah sesuai  hukum aqiqah dalam islam. Beringin Aqiqah melayani jasa aqiqah murah di Medan. Aqiqah Medan menyediakan kambing aqiqah,Sate, kare gule dan aneka menu lainnya dilengkapi dengan kartu ucapan aqiqah.) Harga Kambing Medan termurah, aqiqah medan terbaik gratis antar untuk pemesanan aqiqah wilayah lubuk pakam, tamora/tanjung morawa , perbaungan, galang tembung, binjai aqiqah singapura singapore malaysia 


Dalil 

Dalil atas perintah ibadah ini adalah hadist Nabi SAW. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Semua bayi tergadaikan dengan aqiqah-nya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama, dan dicukur rambutnya.” (Shahih, HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lainnya).

Kemudian dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy berkata jika Rasulullah bersabda, “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.” (Shahih Hadits Riwayat Bukhari).

Lalu dari Samurah bin Jundab berkata jika Rasulullah bersabda, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya di sembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

Sejarah Akikah

Pelaksanaan aqiqah yaitu penyembelihan seekor hewan sebagai bagian dari upacara kelahiran seorang anak ternyata sudah pernah dilakukan di zaman jahiliyah.

Namun, pelaksanaannya tentu berbeda dengan apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah SAW.

Buraida berkata, bahwa dahulu pada masa jahiliyah jika salah satu di antara mereka memiliki anak, maka orang itu akan menyembelih kambing dan melumuri kepala bayi itu dengan darah kambing.

Melumuri kepala bayi dengan darah kambing? terlihat menyeramkan, bukan?

Di dalam Islam tata cara tersebut diubah menjadi yang lebih manusiawi.

Lalu, bagaimana tata cara aqiqah yang telah diajarkan Islam?

Tata Cara

1. Waktu Pelaksanaan

Hari pelaksanaan ibadah ini biasanya dilakukan 7 hari setelah anak lahir. Bisa juga dilaksanakan 14 atau 21 hari setelahnya. Sebagaimana hadist Nabi SAW. Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, menyatakan bahwa Nabi Muhamaad SAW bersabda, “Aqiqah itu disembelih di hari ke 7 atau hari ke 14 atau ke 21 (HR. Baihaqi).

Namun, tidak masalah untuk melaksanakan aqiqah di waktu-waktu lainnya.

Tidak perlu terpaku pada hari ketujuh beserta kelipatannya. Apabila kondisi orang tua memiliki kesulitan secara finansial, maka aqiqah bisa dikondisikan pada waktu dimana orang tua tersebut mampu untuk melakukannya.

2. Jumlah Hewan

Ada perbedaan jumlah hewan yang disembelih antara anak yang berjenis kelamin laki-laki dan anak yang berjenis kelamin perempuan.

Bagi anak laki-laki yang baru dilahirkan, maka aqiqahnya adalah dengan menyembelih dua ekor kambing. Adapun untuk anak perempuan diaqiqahkan dengan hanya satu kambing.

Sebagaimana pada hadist Nabi SAW.

Aisyah berkata jika Rasulullah bersabda, “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.” [Shahih, Hadits Riwayat Ahmad]

3. Mencukur Rambut Bayi.

Setelah penyembelihan hewan kambing telah dilaksanakan. Maka ibadah selanjutnya adalah dengan mencukuri/menggunduli kepala bayi.

Sebagaimana hadist Nabi SAW, “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya di sembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya].

4. Melumuri dengan minyak wangi.

Setelah kepala bayi digunduli, maka kepala tersebut dapat dilumuri dengan minyak wangi. Inilah yang membedakan dengan zaman jahiliyah.

Pada zaman tersebut, kepala bayi dilumuri dengan darah kambing sedangkan di Islam, kepala bayi dilumuri dengan minyak wangi.

5. Bersedekah

Terakhir adalah dengan bersedekah. Perhitungan sedekah tersebut diambil dari berat rambut si bayi yang dipotong.

Setelah rambut bayi dipotong, maka rambut-rambut tersebut dikumpulkan kemudian ditimbang. Hasil berat timbangan tersebut kemudian dikonversi dalam bentuk perak.

Katakanlah setelah dipotong terkumpul berat sebanyak 2 gram. Maka, pemilik harus bersedekah perak sebanyak 2 gram atau yang senilai dengan itu.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan tentang aqiqah yang perlu untuk diketahui. Semoga penjelasan ini bisa menambah wawasan tentang ibadah aqiqah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT.

Sumber : https://qazwa.id/blog/aqiqah/

Secara Bahasa Akikah berarti

Secara Bahasa Akikah Berarti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *